Tersangka Penimbun Ribuan Liter Solar Subsidi di Lampung Timur Tak Ditahan oleh Polisi

Radar24.id | Lampung — Tersangka penimbun Bahan bakar Minyak (BBM) jenis Solar FK (37), warga Dusun VI Desa Maringgai, Kecamatan Labuhan Maringgai tetap bebas melenggang tak ditahan kepolisian setempat meski polisi menyita barang bukti hingga ribuan liter solar subsidi.

Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar Nasution membenarkan tak ditahannya terduga pelaku penimbunan solar subsidi itu.

“Benar, penahanan itu kewenangan penyidik,” ujarnya dilansir radsr24.id dari Poskota Lampung, Jum’at (5/8/2022).

Dijelaskannya soal penahanan, yakni dikhawatirkan akan melarikan diri, mengulangi perbuatan atau menghilangkan barang bukti (BB).

Menurut AKBP Zaky Alkazar Nasution, selama penyidikan tak ada ke khawatiran akan hal tersebut, ditambah kondisi kesehatan tersangka yang punya riwayat sakit jantung.

“Saya rasa tindakan penyidik tidak salah,” katanya.

Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Lampung kabarnya turun memeriksa alasan tak ditahannya tersangka penimbunan solar subsidi di Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur tersebut.

Turunnya Bid Propam Polda Lampung memeriksa hal ini juga telah di konfirmasi oleh awak media kepada Kabid Propam Kombes Pol. Mohamad Syarhan.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban darinya via whatsapp.

Sebelumnya, Rabu (27/7/2022), anggota Unit Idik III (Tipidter) Satuan Reskrim Polres Lampung Timur mendapatkan informasi tentang dugaan adanya penyalahgunaan niaga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Hari itu juga, pukul 11.30 WIB, anggota Unit Idik III (Tipidter) Sat Reskrim Polres Lampung Timur ke TKP. Ternyata Benar, Tipidter menemukan 35 jerigen berkapasitas 34 liter per jerigen di rumah kosong milik tersangka.

FK, pelalu ternyata bukan pihak dari depot atau penyalur yang mendapat penugasan penyediaan dan pendistribusian BBM yang disubsidi pemerintah. Tersangka juga tak mengantongi izin.

Polisi langsung mengamankan tersangka dan barang bukti ke Mapolres Lampung Timur guna penyidikan lebih lanjut. Pelaku terancam UU RI No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan UU No 22 Tahun 2001 tentang Migas. (*/HBM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.