Kabur Usai Cekcok Ditempat Hiburan Malam, 4 Orang Tewas Akibat Laka Lantas

Radar24.id | Jambi — Kecelakaan maut pada Minggu (31/7/) dinihari sekira pukul 04.15 WIB, terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, tepatnya di samping Masjid Al-Kibab As Hidayah.

Dikutip radar24.id dari Metrojambi.com, empat orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Masing-masing berinisial AV (22) warga Kota Jambi, AM (22) warga Kota Jambi, DDP (23) warga Kota Jambi, dan AF (22) warga Kabupaten Muarojambi.

Sementara itu satu orang lainnya berinisial DC (19), warga Kabupaten Muarojambi, mengalami luka-luka.

Masih menurut informasi, pada saat kejadian AV mengendarai sepeda motor Honda Beat BH 2961 MX dengan membonceng AM dan DDP. Sementara itu AF, mengendarai sepeda motor Honda Beat BH 5415 IU dengan membongceng DC.

Sebelum terjadi kecelakaan, kedua sepeda motor datang dari arah Taman Makam Pahlawan Satria Bhakti, hendak menuju ke arah Trona dengan kecepatan tinggi. Menurut informasi, kedua pengendara serta penumpang dalam pengaruh alkohol.

Sesampainya di lokasi kejadian, kedua kendaraan hilang kendali dan naik ke atas terotoar. Selanjutnya sepeda motor Honda Beat BH 2961 MX oleng dan langsung masuk ke parit, sedangkan SPM Honda Beat BH 5415 IU oleng kemudian menabrak tiang pembatas toko.

Yudi, salah seorang warga di lokasi kejadian mengatakan, dari informasi yang ia dapat sebelum terjadi kecelakaan korban sempat cekcok dengan orang lain di salah satu tempat hiburan malam.

“Informasinya itu mereka sudah ribut dahulu di salah satu cafe. Mungkin permasalahan itu belum berakhir, meraka ini saling kejar dari tempat hiburan malam itu,” kata Yudi.

Ditambahkan Yudi, akibat dari saling kejar itu korban tidak sadar bahwa di lokasi tempat kejadian ini ada tikungan.

“Mungkin korban ini tidak sadar ada tikungan disini, sehingga salah satu motor yang berboncengan tiga ini masuk sungai dan ketiganya meninggal dunia,”ujarnya.

Kemudian, salah satu motor yang berboncengan dua menabrak pembatas toko, sehingga pembatas toko itu patah.

“Kalau yang menabrak pembatas toko itu saya kurang tahu juga berboncengan berapa orang, antar tiga atau dua orang, yang jelas satu orang mengalami patah kaki dan satu orang lagi meninggal dunia,” terangnya.

Yudi menyampaikan, awalnya ia tidak mengetahui adanya kecelakaan lalulintas itu. “Awalnya kita tidak tahu kalau ada kecelakaan. Ya saya dengar ada suara keras, tapi saya tidak berani keluar, dan saya kira itu aksi tawuran. Setelah ada teriakan ‘tolong kaki saya patah’, setelah ada orang ramai saya baru keluar,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.