Geram Anak Menagis dan Tak Disusui, Seorang Suami Tega Bekap Istri Hingga Tewas

Radar24.id | Banten — Seusai membunuh istrinya, PW (37) memasukkan jasad korban ke dalam karung berwarna putih.

Jasad korban JN dari kepala hingga ujung kaki dimasukkan ke dalam karung dibarengi dengan tumpukan barang bekas yang bertujuan agar menyerupai sampah.

“Kemudian jasad tersebut yang ditemukan warga Jongjing, Desa Crukcuk, Kecamatan Tanara, Kota Serang di pinggir jalan tempat sampah,” kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga, Selasa (2/8).

Pembunuhan mayat dalam karung ini bermula pada Jumat (29/7) sekitar pukul 01.50 WIB, ketika itu PW dan JN yang masih balita menangis di samping korban.

Pelaku PW mendengar, kemudian membangunkan JN untuk menyusui agar anaknya berhenti menangis.

“Namun, apa yang terjadi, JN tidak merespons (perintah itu, red) sehingga PW menjadi kesal,” ungkap Kombes Shinto.

Shinto mengatakan dari situ pelaku naik pitam, menghabisi nyawa istrinya sendiri dengan membekap menggunakan kasur pada bagian kepala korban, lalu menindih tubuh JN.

“JN dibunuh oleh pelaku dengan cara dibekap bagian kepala serta menindih tumbuh korban sambil menutup saluran pernapasan yang mengakibatkan kehabisan napas sampai akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.

Motif pelaku pembunuhan mayat dalam karung mungkin membuat anda geram.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Kombes Shinto mengungkapkan setelah pelaku mengetahui korban sudah tidak bergerak dan dipastikan meninggal dunia, PW lalu membungkus jasad JN ke dalam karung putih.

“Pada pagi hari korban membeli dua buah karung yang ternyata digunakan untuk membungkus jasad JN,” kata Kombes Shinto.

Jasad JN dimasukkan ke dalam karung dibarengi dengan tumpukan barang bekas yang bermaksud agar menyerupai sampah.

“Mayat JN dibuang pada Sabtu (30/7) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, menggunakan sepeda motor Honda Supra X 125 nopol B-6659-GCZ di tempat sampah Kampung Jongjing, Desa Crukcuk, Kecamatan Tanara,” jelasnya.

Adapun motif pelaku hingga tega membunuh istrinya sendiri lantaran sakit hati.

“PW merasa sakit hati karena sering mendapat makian dari korban (setiap hari, red),” jelasnya.

“Pascamembuang jasad korban, pelaku beraktivitas seperti biasanya seolah-olah tidak ada yang terjadi,” kata Kombes Shinto.

Kombes Shinto menambahkan pelaku PW dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. (JPNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.