Muhammadiyah: Jangan Lengah, Belajarlah dari Lonjakan Parah Covid-19 di India

RADAR24.ID | JAKARTA — Melihat lonjakan kasus Covid-19 di India beberapa waktu terakhir, Muhammadiyah memperingatkan masyarakat di Indonesia agar tak lengah dalam pandemi yang masih melanda. Meskipun masyarakat sudah divaksin namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan tak membuat kerumunan untuk mencegah merebaknya Covid-19.

Demikian disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti, MEd dalam webinar yang digelar Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Selasa 20 April 2021. “Karena mereka merasa sudah divaksin, kemudian masyarakat ambyur malah ambyar,” kata Abdul Mu’ti.

Muhammadiyah Telah Salurkan 8 Milyar Lebih untuk Tanggap Bencana
Prof Abdul Mu’ti meminta semua pihak termasuk pemerintah untuk terus menyadarkan masyarakat terkait pelaksanaan protokol kesehatan usai divaksin.

Menurutnya angka penyebaran virus Corona yang mengalami penurunan belakangan belum bisa menjadi dasar bahwa virus tersebut terkendali. Angka penyebarannya masih tergolong tinggi meski mengalami penurunan.

“Ini ibarat saya bercanda, saya kan kolesterolnya tinggi terus. Begitu ditanya bagaimana hasil tes kolesterolnya? Saya bilang normal, normal tinggi. Nah jangan sampai situasi sekarang dianggap normal-normal saja,” tambah Prof Abdul Mu’ti.

Pengalaman lonjakan Covid-19 di India dapat menjadi peringatan penting bahwa wabah belum selesai. Salah satunya, ia menegaskan bahwa PP Muhammadiyah tetap mendukung larangan mudik yang sudah diatur oleh pemerintah untuk menekan penyebaran Covid.

Prof Abdul Mu’ti menyatakan sudah sepatutnya mobilitas masyarakat dibatasi melalui larangan mudik untuk mencegah meluasnya penyebaran corona. “Pandemi masih jadi masalah. Dan karena itu usaha meningkatkan ekonomi dibarengi prokes,” tuturnya.

Dikabarkan kondisi pandemi Covid-19 di India saat ini tengah memburuk. India mencatat rekor 234 ribu kasus corona baru dan 1.341 kematian dalam satu hari pada Sabtu, 17 April 2021. Lonjakan kasus terjadi salah satu faktornya karena virus corona mutasi Inggris merebak di negara tersebut.

(Red/Suaramuhammadiyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *