Corona, Petani Mengeluh Harga Kopi di Lampung Turun

RADAR24.ID| LAMPUNG, petani kopi di Lampung harap harap cemas, bagaimana tidak, hampir sebagian besar petani di Lampung barat menggantungkan hidup pada pertanian kopi terutama di kecamatan Air Hitam, Lampung Barat.

Sejak merebaknya virus covid-19 ini banyak gudang exportir kopi yg mulai tutup, ekspedisi pun banyak yang diliburkan sehingga membuat harga kopi merosot karna permintaan yang menurun.

Baca juga:
Wisma Atlet Jagabaring Tangani 72 ODP, Rata Rata TKI Asal Luar Negeri

Bulan juni hingga september adalah musim panen bagi petani kopi, namun keadaan perekonomian yg mulai merosot karna covid 19 turut mempengaruhi harga kopi di Lampung Barat.

Menurut Agus (34 tahun), salah satu petani di pekon gunung terang, untuk tahun ini buah kopi lumayan bagus dibanding 2 tahun seblumnya,

“Kami petani ini bersukur tahun ini buahnya bagus, tapi karna corona harga jadi turun biasanya 18000-20000 sekarang hanya berkisar di 17.000, bahkan ada beberapa pengepul yang tutup semntara” ujarnya.

Baca juga
Berkah Corona, Ekspor Babi Indonesia Meningkat Tajam

Untuk di ketahui bahwa pekon gunung terang sendiri hampir 80% penduduknya adalah petani kopi.

Saat ini para petani kopi hanya berharap agar wabah covid 19 cepat berlalu dan kegiatan ekonomi bisa seperti sediakala.

R24 / pewarta : Iwan Zirpandi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *